Selasa, 09 Maret 2010

INTEGRITAS DAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH



Kepala sekolah memiliki peranan penting dalam mengkoordinasikan upaya meningkatkan pembelajaran yang bermutu sehingga tercapai tujuan pendidikan di sekolah masing-masing. Sebelum era reformasi, kepala sekolah merupakan guru senior yang dipandang memiliki kualifikasi untuk menduduki jabatan itu. Biasanya guru yang dipandang cakap dan baik sebagai guru, maka dia akan diangkat menjadi kepala sekolah. Tetapi sekarang, untuk dapat menduduki jabatan kepala sekolah harus melalui seleksi yang cukup panjang, ketat, dan dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, serta demokratis. Guru dapat menjadi kepala sekolah jika telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Fenomena di lapangan menunjukkan tidak sedikit guru yang semula memiliki kinerja yang sangat baik sebagai guru kemudian menjadi tumpul ketika menjadi kepala sekolah. Umumnya mereka tidak cocok mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai manajerial dengan beragam alasan. Bisa dibayangkan jika suatu sekolah dipimpin oleh seseorang yang tidak lagi memiliki etos kerja dan dedikasi yang tinggi terhadap jabatannya, tidak memiliki kinerja yang baik dari berbagai segi. Pastinya sekolah yang dipimpinnya tidak akan memiliki kualitas yang baik.
Secara ekonomi, dulu jabatan kepala sekolah sebenarnya tidak terlalu memberi janji bagi kehidupan yang lebih baik. Hal ini disebabkan sebenarnya jabatan kepala sekolah merupakan tugas sampingan bagi guru dengan tunjangan yang relatif kecil. Namun, sekarang semua itu berubah setelah UU Guru dan Dosen telah ditetapkan. Saat ini meskipun fasilitas yang minim yang didapatkan kepala sekolah tetapi berbagai tunjangan dan intensif yang diberikan pemerintah bagi kepala sekolah sudah cukup baik sehingga membuat para guru berlomba-lomba dan seolah-olah menghalalkan berbagai cara untuk dapat diangkat sebagai kepala sekolah.
Dalam praktiknya, jabatan kepala sekolah memang memiliki daya tarik yang kuat dari segi nilai ekonomi yang lebih mengungguli nilai-nilai lainnya, bahkan nilai sosial dan moral. Sehingga terkadang ditemukan realita tindakan-tindakan tidak terpuji dengan mengorbankan kepentingan siswa, guru, dan staf pendukungnya. Tentunya hal ini adalah tindakan yang sangat memalukan dan mencoreng lembaga pendidikan.

1. Manajer Sekolah
Kepala sekolah seharusnya menjadi jabatan yang istimewa. Sebagai pimpinan sebuah unit kerja, sebenarnya jabatan kepala sekolah tidak berbeda dari jabatan manajerial lainnya. Setidaknya memiliki fungsi yang sama, yaitu memaksimalkan pendayagunaan seluruh sumber daya yang tersedia secara produktif untuk mencapai tujuan yang ditetapkan bagi unit kerjanya. Ia harus memastikan bahwa sistem kerjanya berjalan dengan lancar dan semua sumber daya yang diperlukan untuk mencapai hasil harus tersedia secukupnya dengan kualitas yang memadai.
Kepala sekolah bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan efektif tidaknya kinerja suatu sekolah karena masih banyak faktor lain yang harus diperhitungkan. Faktor guru, siswa, kurikulum, sarana prasarana, lingkungan, orang tua siswa juga memegang peranan yang tidak kalah pentingnya dalam mewujudkan kualitas dan mutu sebuah sekolah. Meskipun demikian, kepala sekolah tetap memainkan peranan yang sangat menentukan. Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang kondusif-representatif sehingga memungkinkan anggotanya mampu mendayagunakan dan mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam lingkungan seperti itu, para guru dan siswa termotifasi untuk saling belajar, saling memotifasi, dan saling memberdayakan. Suasana seperti itu memberi ruang kepada siswa dan guru untuk belajar melalui keteladanan, belajar bertanggungjawab, dan belajar untuk mengembangkan kompetensi dan potensi individu sepenuhnya, bukan hanya kompetensi kognitif semata tetapi juga kompetensi psikomotorik, dan kompetensi afektif ikut dieksplorasi dan dieksploitasi demi kepentingan peningkatan mutu pembelajaran. Kepala sekolah merupakan ujung tombak terdepan dalam hal keteladanan, pemberi motifasi, dan inisiator visioner. Apakah hal semacam itu merupakan hal yang baru? Jawabannya adalah tidak. Hal itu terbukti ketika Ki Hajar Dewantara mempeloporinya dengan memberikan wejangan Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.
Setiap jabatan menggambarkan status yang diemban oleh pemegangnya. Status ini pada gilirannya akan menunjukkan peran yang harus dilakukakn jabatannya. Peran utama yang harus diemban oleh kepala sekolah yang membedakan dengan jabatan-jabantan kepemimpinan lainnya adalah perannya sebagai pemimpin pendidikan. Kepemimpinan pendidikan mengacu pada kualitas tertentu yang harus dimiliki kepala sekolah untuk mengemban tanggungjawabnya supaya berhasil dengan baik. Kualitas tersebut antara lain :
  1. Kepala sekolah harus mengetahui secara detail apa yang ingin dicapainya (visi) dan bagaimana mencapainya (misi).
  2. Kepala sekolah harus memiliki sejumlah kompetensi untuk mendukung pelaksanaan misi-misinya sehingga visinya dapat terealisasikan.
  3. Kepala sekolah harus memiliki karakter tertentu yang menunjukkan integritasnya.

2. Integritas Kepala Sekolah
Integritas merupakan nilai-nilai moral yang diyakini seseorang dan membentuk perilakunya sebagai manusia yang berharkat dan bermartabat. Ada ungkapan yang baik untuk memahami pengertian integritas yaitu integrtias tidak diukur dari kemampuan kita menaklukkan siapa, tetapi lebih dilihat dari kemampuan untuk menaklukkan diri sendiri. Setidaknya ada beberapa ciri yang menggambarkan integritas kepala sekolah yaitu dapat dipercaya, konsisten, komitmen, betanggungjawab, dan secara emosional terkendali (bijaksana).
Seorang kepala sekolah haruslah orang yang dapat dipercaya. Kepercayaan itu diperolehnya secara sukarela, tidak dengan meminta apalagi memaksa orang lain untuk mempercayainya. Juga tidak perlu berkampanye di depan para guru, siswa, atau orang tua siswa bahwa ia adalah orang yang dapat dipercaya. Cukup dari perilakunya sehari-hari telah mencerminkan informasi yang akurat mengenai kejujurannya itu. Kepala sekolah yang dapat dipercaya memiliki kejujuran yang tidak diragukan lagi.
Kepala sekolah yang konsisten dapat diandalkan. Ia tidak mencla-mencle, perbuatannya taat asas dengan perkataannya. Kepala sekolah seperti ini tidak munafik, bermuka dua. kepala sekolah seperti ini akan mengoperasionalkan kebijakan pendidikan secara tegas dan bijaksana, dan tidak perlu menjadi bunglon untuk mengamankan kebijakan itu.
Kepala sekolah yang komitmen, terikat secara emosional dan intelektual untuk mengabdikan diri sepenuhnya bagi kepentingan siswanya. Kepala sekolah seperti ini sadar betul jika tanggungjawabnya tidak mungkin dapat dipikul setengah-setengah. Pekerjaan sebagai kepala sekolah baginya bukan pekerjaan paruh waktu atau merangkap-rangkap pekerjaannya dengan pekerjaan yang lain.
Kepala sekolah memiliki kewajiban sosial, hukum, dan moral dalam menjalankan perannya. Kepala sekolah yang berintegritas tidak akan menghindar apalagi lari dari tanggungjawab. Kepala sekolah yang mengutamakan kepentingan siswanya sadar betul bahwa secara sosial, hukum, dan moral ia harus berperilaku yang dapat dipertanggungjawabkan.
Seorang kepala sekolah yang kecerdasan emosionalnya tinggi sangat menyadari pengaruh emosinya dan emosi orang lain sangat berpengaruh terhadap proses pemikirannya serta interaksinya dengan orang lain. Kepala sekolah model ini mampu mengkorelasikan emosi dengan penalaran, menggunakan emosi untuk memfasilitasi penalaran, dan secara cerdas menalarkan emosi. Ia menyadari bahwa kemampuan kognitif seseorang diperkaya dengan emosi sehingga emosi perlu dikelola menggunakan kemampuan kognitif secara bijak agar tidak menimbulkan konflik dan memunculkan problematika di lingkungan yang dipimpinnya.

3. Kompetensi Kepala Sekolah
Kepala sekolah perlu memfasilitasi penyusunan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi, dan misi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. Harus juga dipastikan bahwa sekolahnya memiliki visi dan misi yang jelas dan disepakati bersama serta didukung oleh komunitas sekolahnya. Jika visi dan misi itu belum ada, maka ia harus berinisiatif untuk menyusun dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan atas sekolahnya.
Kepala sekolah mau membantu untuk membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah dan program pembelajaran yang kondusif-representatif bagi proses belajar-mengajar peserta didik dan peningkatan profeionalisme para guru dan staf. Sekedar mengingatkan, lingkungan belajar yang kondusif memungkinkan orang-orang didalamnya mampu mendayagunakan dan mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Dalam lingkungan seperti itu, para guru dan peserta didik akan termotifasi untuk saling belajar, saling memotifasi, dan saling memberdayakan. Suasana seperti ini memberi ruang untuk tiap-tiap komponen sekolah saling belajar melalui keteladanan, belajar bertanggungjawab, dan belajar mengembangkan potensinya seoptimal mungkin.
Kepala sekolah menjamin bahwa manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif. Harus bisa pula untuk dipastikan bahwa apapun prinsip-prinsip dan teknik manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah yang diterapkan semata-mata digunakan untuk kepentingan kemajuan dan peningkatan mutu siswa.
Bekerjasama dengan orang tua murid dan anggota masyarakat , menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, memobilisasi sumber daya masyarakat merupakan sesuatu yang juga harus dilakukan seorang kepala sekolah. Kepala sekolah harus memahami bahwa tujuan sekolah tidak mungkin dicapai tanpa melibatkan semua elemen yang berkepentingan, terutama orang tua siswa. Manajemen sekolah adalah upaya bersama agar hal-hal yang tadinya terasa besar dan berat menjadi lebih terkendali. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Kepala sekolah pastinya berada pada posisi yang serba kaku dan canggung jika tidak menunjukkan kualitas perilaku yang dapat diteladani. Dapat dipercaya, konsisten, komitmen, bertanggungjawab, dan emosionalnya terkendali adalah kualitas yang seharusnya dimiliki para kepala sekolah. Karakter moral seperti itulah yang sebenarnya dapat memiliki dampak jangka panjang, bahkan permanen di hati komponen sekolah. Kepala sekolah yang hanya bisa mengandalkan kewenangan jabatannya untuk mempengaruhi lingkungan, hanya akan menimba hasil yang pendek.

4. Keyakinan Kepala Sekolah
Kepala sekolah juga harus memiliki sejumlah keyakinan atau pendirian untuk dapat menunjukkan kinerjanya sebagaimana yang dituntutkan kepadanya. Misalnya, ia harus yakin jika KKN (Kolusi Korupsi Nepotisme) adalah perbuatan yang tercela, tidak bertanggungjawab, dan merusak, maka keyakinan nilai-nilai moral yang dianutnya itu akan ikut mewarnai perilakunya dalam mengelola sekolah. Dengan keyakinan itu, ia tidak akan memberi kesempatan terjadinya praktik-praktik KKN yang jelas tidak terpuji itu di sekolahnya. Ia tahu persis bahwa perilakunya adalah contoh yang kemungkinan besar akan menular di kalangan bawahannya dan bahkan para siswanya.
Keyakian dan pendirian yang harus dimiliki kepala sekolah untuk dapat menunjukkan kinerjanya sebagaimana yang diharapkan adalah dengan meyakini bahwa bekerja adalah beribadah. Ia dengan rela menerima tanggungjawabnya secara mantap. Oleh sebab itu, ia tidak akan melebih-lebihkan arti penting pekerjaannya. Ia tidak akan menonjolkan dan menunjukkan kelebihan maupun keberhasilannya. Semua yang dilakukan itu semata-mata untuk memberikan peluang agar setiap siswa memperoleh pendidikan yang berkualitas. Pada saat yang sama ia ikhlas menerima konsekuensi penegakan prinsip dan tindakan yang dilakukannya.
Semua pengaruh yang dimilikinya digunakan semata-mata demi kepentingan siswa, bukan untuk kepentingan lainnya. Tujuan utama sekolah adalah untuk membelajarkan siswa. Ia akan berusaa untuk mengendalikan diri sendiri dan bawahannya agar tidak merugikan kepentingan masa depan siswanya. Ia berpendirian bahwa semua siswa berhak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi diri sendiri dan lingkungan.
Kepala sekolah harus yakin bahwa anggota dari setiap komponen sekolahnya memerlukan standar, harapan, dan kinerja bermutu tinggi. Oleh sebab itu, ia harus yakin bahwa visi sekolah harus menekankan standar pembelajaran yang tinggi. Ia juga harus yakin perlunya menempuh resiko yang masuk akal untuk meningkatkan mutu sekolahnya. Menggunakan pengaruh jabatan secara produktif untuk melayani siswanya.
Kepala sekolah harus yakin tentang pentingnya peran serta aktif seluruh komponen atau anggota komunitas sekolah . Keputusan manajemen sekolah adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran sehingga ia mempercayai para guru dan staf pendukung dan pertimbangan mereka dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, ia menunjukkan keterbukaan dan pentingnya penerimaan gagasan baru, tidak jadi soal darimana pun datangnya gagasan itu.
Kepala sekolah juga harus yakin tentang perlunya pengembangan profesionalisme sebagai bagian integral peningkatan mutu sekolah. Ia tahu bahwa dunia tidak berhenti dan terus berubah. Oleh karena itu, ia akan selalu mencari peluang untuk terus meningkatkan profesionalitas diri, guru, dan stafnya.
Kepala sekolah yakin bahwa publik memerlukan informasi yang cukup tentang sekolah dan kemajuan atau bahkan masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, ia merasa perlu bersikap terbuka dan bertanggungjawab atas praktik yang diterapkan dalam mengelola sekolahnya. Ia yakin jika ia jujur dalam keterbukaannya, pihak-pihak yang berkepentingan juga akan lebih dapat memahami kekeliruan yang mungkin telah dilakukan dan bahkan mungkin akan mau untuk membantunya dalam memperbaiki kekeliruan itu.
Diharapkan kepala sekolah benar-benar serius melaksanakan pekerjaannya. Bagi mereka yang sungguh-sungguh menjadi kepala sekolah yang bervisi, kompeten, dan berintegritas tinggi sebagaimana yang diuraikan, maka hal itu merupakan tantangan pekerjaan. Bagi mereka, kinerja yang baik dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif-representatif bagi anggota sekolahnya telah menjadi penghargaan tersendiri. Orang-orang seperti ini layak mendapatkan penghargaan sepantasnya dalam posisinya sebagai kepala sekolah.



1 komentar: