Minggu, 19 April 2015

PELAJARAN 6 MENGGUNAKAN TEKS SEBAGAI MEDIA ADAPTASI SOSIAL

A.   Pemodelan Berbagai Jenis Teks
         Teks dengan berbagai jenis yang sama mengandung struktur teks dan bentuk bahasa yang sama. Begitu pula sebaliknya, teks dengan jenis yang berbeda maka berbeda pula struktur teks dan bentuk bahasanya. Perbedaan itu muncul karena beberapa faktor, yaitu :
1.    Saat seseorang (partisipan) berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan maka orang itu akan memilih jenis teks sesuai dengan persoalan hidup yang dihadapinya.
2. Setiap teks memiliki fungsi sosial yang berbeda seiring dengan perbedaan tujuan komunikasi antarsesama manusia.
3.  Manusia berkomunikasi dengan menggunakan berbagai teks untuk beradaptasi dengan berbagai peristiwa sosial yang terjadi di sekelilingnya.
         Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa sebuah tema dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis teks dengan berbagai jenis struktur teks dan berbagai jenis bahasa sesuai kebutuhan teks yang akan disampaikan. Contoh teksnya adalah editorial atau tajuk rencana karena dalam satu teks editorial biasanya terdapat berbagai jenis struktur teks dari berbagai jenis teks yang berbeda pula.
         Editorial adalah tulisan dalam media massa (cetak maupun elektronik) yang berisi permasalahan yang bersifat aktual yang ditulis berdasarkan sudut pandangan; opini atau pendapat dari redaktur media massa tersebut. Di dalam editorial terdapat fakta dan opini. Fakta adalah hal yang bersifat faktual yang diambil dari peristiwa atau kejadian meaupun berbagai gejala yang terjadi di masyarakat. Opini adalah argumen atau tanggapan redaksi terhadap peristiwa atau gejala yang dijadikan pokok pembicaraan dalam editorial yang disertai pula dengan harapan-harapan yang bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dibahas. Susunannya dibuat semenarik mungkin dengan memberikan berbagai argumen, data-data yang menunjang pendapat dari redaktur media massa tentang masalah yang sedang dibahas. Data-data yang digunakan itu bertujuan untuk mempengaruhi atau mengubah persepsi pembaca atau pendengar untuk mengikuti atau menerima pendapat penulis teks tersebut.

B.    Pengertian Adaptasi Sosial
         Adaptasi sosial adalah cara seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan masyarakatnya agar seseorang dalam kelompok masyarakat tertentu dapat hidup dan berfungsi lebih baik dalam lingkungannya. Dengan menggunakan berbagai teks maka seseorang dapat menyampaikan ide, gagasan, pikiran kepada orang lain dengan maksud melakukan adaptasi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Contoh seorang siswa yang menemukan inovasi untuk membantu membuat briket dari kulit durian untuk dijadikan bahan bakar kompor sehingga dapat mengurangi pengeluaran bahan bakar untuk memasak, menemukan inovasi obat pembasmi hama tanaman pangan, dan lain-lain.

C.    Hal-hal Yang Mempengaruhi Proses Adaptasi Sosial
1.    Bahasa
Dalam mengomunikasikan pesan, pikiran, gagasan, pendapat, atau idenya melalui teks ubntuk beradaptasi terhadap kehidupan sosialnya maka seseorang akan menggunakan bahasa sebagai medianya. Pilihan bahasa yang tepat akan mempengaruhi dapat diterima atau dipahaminya pesan, pikiran, gagasan, pendapat, atau idenya oleh orang lain.
2.    Konteks Situasi (Kondisi; Keadaan)
Dengan konteks situasi yang dihadapi oleh setiap orang berbeda-beda maka akan mempengaruhi jenis teks yang dihasilkan. Situasi yang melingkupi fungsi sosial penulis teks akan menuntut seseorang untuk beradaptasi dengan peristiwa yang ada di sekelilingnya. Jadi konteks situasi merupakan konteks terdekat (internal) yang mempengaruhi dan menyertai penciptaan suatu teks.
3.    Konteks Sosial dan Konteks Budaya
Konteks sosial dan budaya lebih bersifat universal/global. Artinya, kedua konteks tersebut mencakup seluruh kehidupan masyarakat yang menjadi tempat terciptanya berbagai jenis teks. Keragaman budaya dan lingkungan sosial menjadi faktor eksternal terciptanya suatu teks.

D.   Fungsi Struktur Teks
         Setiap teks memiliki struktur yang berbeda. Struktur teks tersebut berfungsi untuk membentuk struktur berpikir seseorang sehingga setiap penguasaan jenis teks tertentu maka seseorang akan memiliki kemampuan berpikir sesuai dengan struktur teks yang telah dikuasainya. Dengan berbagai macam jenis teks yang dikuasai maka seseorang akan menguasai pula berbagai struktur berpikir. Struktur berpikir akan berimbas pada bagaimana seseorang dapat menyampaikan pesan, pikiran, gagasan, pendapat, atau idenya kepada orang lain.
         Selain dalam bentuk teks (tulisan maupun lisan), seseorang dapat menunjukkan keinginan, pesan, pikiran, gagasan, pendapat, atau idenya kepada orang lain dalam bentuk visual (gambar, foto, sketsa, video, lukisan). bentuk visual (gambar, foto, sketsa, video, lukisan) digunakan sebagai media untuk menggiring pembaca masuk dalam pikiran penulis sehingga isi teks yang disampaikan dapat termaknai dengan mudah oleh pembaca.

E.    Latihan Menyusun Ulang dan Mengubah Berbagai Jenis Teks (Dekonstruksi)
         Kalian dapat berlatih menyusun ulang atau mengubah berbagai jenis teks menjadi teks yang berbeda dengan melihat berbagai teks dalam pelajaran 6 pada buku siswa dengan memperhatikan struktur teks pada masing-masing jenis teks yang ada atau dapat pula memanfaatkan berbagai media massa untuk menyusun berbagai jenis teks.

         Kalian dapat mengubah teks cerita ulang menjadi bentuk teks ekplanasi, mengubah teks cerita ulang menjadi teks cerita pendek, mengubah teks ekplanasi menjadi cerita ulang, mengubah pantun menjadi teks ekpsopisi, membuat teks eksplanasi dengan bantuan informasi visual (gambar, foto, sketsa, video, lukisan), menganalisis editorial atau tajuk rencana dari surat kabar dan mengubahnya menjadi teks ekplanasi maupun jenis teks lainnya.

Rabu, 25 Maret 2015

PARA IBU SEBAIKNYA TINGGAL DI RUMAH DAN MERAWAT ANAK SAJA

      Status seseorang setelah menikah secara otomatis berubah, pria lajang kini menjadi suami, wanita lajang kini menjadi seorang istri, dengan tuntutan dan tanggung jawab masing-masing. Beban seorang istri bertambah dengan hadirnya seorang anak. Bagi istri yang secara purna waktu mengurus rumah tangga di rumah, seringkali mengalami kejenuhan dalam melakukan tanggung-jawabnya tersebut. Dia melihat gambaran dari perempuan lain yang sukses sebagai ibu juga sukses bekerja dengan penghasilan yang besar pula sehingga mampu memenuhi segala kebutuhan dapurnya.
       
Kebanyakan orang akan beranggapan sesuatu dikatakan sukses lebih dinilai dari segi materi sehingga jika ada sesuatu yang tidak memberi nilai materi akan dianggap remeh. Cara pandang yang demikian membuat banyak dari perempuan dalam hal ini istri bergeser dari fitrohnya. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya perempuan tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang saatnya perempuan ‘menunjukkan eksistensi diri’ di luar. Menggambarkan seolah-olah tinggal di rumah menjadi seorang ibu adalah hal yang rendah.
       Seorang istri sekaligus juga ibu seringkali menghadapi dilemma besar jika berhadapan dengan pertanyaan ”apa pekerjaan ibu?” Atau “Ibu sekarang bekerja di mana?” rasanya terasa berat untuk menjawab jika hanya sebagai ibu rumah tangga, Rasanya malu! Padahal, jika seorang perempuan berkhidmat untuk menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang mulia, yaitu sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya. Disana ia akan menemukan surga.
         Pertumbuhan generasi suatu bangsa adalah pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah mengambil jatah yang besar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi. Ini adalah tugas yang besar! Menancapkan tauhid, menanamkan kecintaan pada ilmu, mengajari mereka bagaimana beribadah pada Tuhan YME, mengajari mereka akhlak-akhlak mulia, mengajari mereka untuk bersyukur, mengajari bersabar, mengajari mereka arti disiplin, tanggung jawab, mengajari mereka rasa empati, menghargai orang lain, memaafkan, dan masih banyak lagi.
      
Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa perbaikan masyarakat bisa dilakukan dengan dua cara: Pertama, perbaikan secara lahiriah, yaitu perbaikan yang berlangsung di pasar, masjid, dan berbagai urusan lahiriah lainnya. Hal ini banyak didominasi kaum lelaki, karena merekalah yang sering nampak dan keluar rumah. Kedua, perbaikan masyarakat di balik layar, yaitu perbaikan yang dilakukan di dalam rumah. Sebagian besar peran ini diserahkan pada kaum wanita sebab wanita merupakan pengurus rumah.
       Butuh seorang pendidik (ibu) yang ulet, telaten, bersungguh-sungguh, dan dengan tekad yang kuat untuk membentuk anak yang berkualitas, baik fisik lebih-lebih spiritualnya. Dibutuhkan seseorang yang sabar untuk setiap hari menempa dengan dibekali ilmu yang kuat. Penuh dengan tawakal dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang mampu memahami besarnya peran dan tanggung jawab sebagai manusia, sebagai seorang penerus generasi.
       Anak adalah investasi bagi orang tua di dunia dan akhirat! Setiap upaya yang kita lakukan demi mendidiknya dengan ikhlas adalah suatu kebajikan. Setiap kebajikan akan mendapat balasan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mendidik dan membesarkan anak bukanlah sekedar memberinya makan, mewujudkan kesuksesan karir anak kita, mengajarkannya agar meraih hidup yang berkecukupan, atau sekedar mempunyai keluarga yang bahagia semata. Mendidik dan membesarkan anak adalah tugas mulia bagi para ibu, mendidik akhlak mereka, membesarkan hati mereka dalam beribadah memahami setiap kekuasaan Allah SWT.

       Tetapi ternyata tidaklah mudah untuk sekadar berterima kasih dan menghargai peran seorang ibu. Sebuah peran suci dan sakral yang kini lebih sering dianggap sebagai peran domestik dan amat tradisional. Karenanya, kini tidak sedikit perempuan, yang kerap lebih bangga menyebutkan berbagai profesi, entah sebagai guru, wartawan, sekretaris, pedagang, atau profesi lain dibandingkan menyebut dirinya sebagai ibu rumah tangga (saja). Seorang ibu harus bisa bangga mengatakan bahwa saya adalah seorang ibu rumah tangga.
       Bukankah seberapa besar manusia mampu menjadi ‘manusia’ tergantung dari seberapa besar dia memberikan manfaat pada orang lain dan lingkungan sekitarnya? Ibu adalah manusia yang sudah begitu banyak  memberikan manfaat bagi anak-anak, suami dan keluarganya. Bukankah guru terbaik seorang ibu adalah pengalamannya sendiri?  Ibu merupakan sosok perempuan yang dengan bangga menentukan sebuah pilihan untuk bekerja sebagai ibu rumahtangga  dan benar-benar berusaha untuk menghayati dan memaknai kariernya itu. Bukankah proses belajar menjadi ibu yang baik adalah proses sepanjang hayat? Ibu adalah sosok pejuang yang tidak akan berhenti belajar begitu satu tahap perkembangan keluarga telah terlampaui, maka masih terdapat milyaran tahapan pembinaan keluarga yang harus dijalani. Bukan sekadar mengandung selama sembilan bulan sepuluh hari.  Namun seorang ibu akan terus belajar membesarkan dan mendidik anaknya serta mengembangkan potensi diri hingga tutup usia.

      
Banggalah perempuan yang menjadi ibu rumah tangga, membesarkan dan menjadi pendidik bagi anak-anaknya. Allah SWT akan membantu sebesar apapun masalah dan kesulitan para ibu. Tetapi semua itu hanya mungkin terjadi jika seorang perempuan, seorang hamba, seorang ibu mampu berlaku ikhlas serta mau melibatkan Allah SWT dalam setiap detik pengabdiannya sebagai seorang ibu rumah tangga.


(Dikutip Dari Berbagai Sumber Untuk Materi Debat Bahasa Indonesia Tingkat Kabupaten Brebes)

ANAK-ANAK DIIZINKAN MEMILIKI DAN MENGGUNAKAN HANDPHONE

     Dulu, ponsel masih merupakan barang mewah yang hanya dimiliki sebagian kalangan. Jaman sekarang nampaknya ponsel bukan lagi barang mewah. Hampir setiap kalangan menggunakan ponsel. Bahkan kita pun melihat anak SD sudah menggunakan Blackberry. Tidak dapat dipungkiri, kecanggihan fitur ponsel memang sangat menarik perhatian siapapun, tak terkecuali anak-anak SD. Smartphone dengan fiitur menarik seperti kamera, games, MP3 dan tentunya akses internet memang banyak diburu orang. Bila kita perhatikan, takkan ada habisnya fitur yang ditawarkan.

       Ponsel canggih dahulu banyak digunakan oleh mereka yang memiliki jaringan bisnis yang luas, memiliki rekan kerja yang banyak dan semata-mata demi mendukung pekerjaan yang menuntut untuk selalu online di manapun demi membuat laporan atau memberikan informasi. Nampaknya kini terjadi pergeseran jaman. Anak-anak remaja pun sudah banyak yang memiliki ponsel canggih sekelas Blackberry. Tak ayal anak SD pun ikut latah menggunakannya.
       Memang tak salah, sebagai orang tua, kita ingin selalu menyenangkan hati anak. Apalagi orang tua yang memiliki materi berlebih. Smartphone tak lagi menjadi barang mewah. Memang hak setiap orang tua membelikan smartphone untuk buah hati mereka, namun sebaiknya dipahami seberapa perlu buah hati anda memilikinya.
      
HP juga diberikan dengan alasan faktor keamanan si anak atau untuk kelancaran komunikasi saat si anak sedang ikut les atau ekstrakurikuler yang memang tidak ada akses telepon kabel, maka orangtua boleh saja membekali handphone. Demikian pula bila lokasi sekolah dan kegiatan–kegiatan anak cukup jauh yang notabene akan memakan waktu.
       Tak dapat dipungkiri, HP memberi dampak positif yaitu anak dan orangtua lebih mudah berkomunikasi. Sewaktu-waktu saat anak membutuhkan orangtua bisa dengan mudah dilakukan, orangtua pun lebih tenang. Selain itu, anak bisa lebih lancar dalam mengetik (kemampuan motorik).
       Banyak orang tua menghadapi dilema mengenai hal ini serta ada banyak pro dan kontra terhadap hal ini. Pada akhirnya, ada banyak alasan untuk membiarkan anak-anak memiliki dan menggunakan HP dan ada juga banyak alasan untuk tidak membiarkan mereka memiliki dan menggunakannya. Pada akhirnya harus disesuaikan yang mana yang paling cocok dengan situasi keluarga dan individu. 
Oleh sebab itu, awasi dengan ketat penggunaannya. Kebanyakan HP memiliki fitur tambahan yang menyediakan cara bagi orang tua untuk membantu memonitor HP anak mereka. Ada fitur yang disebut “Kontrol Pengguna” dan fitur ini membuat orang tua dapat mengontrol panggilan masuk dan keluar dan SMS. Itu juga mengizinkan orang tua untuk memblokir layanan telepon selama hari-hari tertentu di mana HP tidak layak digunakan misalnya selama jam sekolah.

Kebanyakan penyedia layanan data memiliki layanan gratis yang dapat memblokir kemampuan untuk mengunduh beberapa hal. Orangtua setidaknya akan mendapat keuntungan dari layanan tersebut sehingga penggunaan pulsa pada HP anak-anak dapat tekontrol. Sebagai orangtua pasti tidak ingin mendapat tagihan telepon sebesar 3 juta rupiah karena anaknya menggunakan pulsa telepon untuk menemukan musik yang keren dan mengunduhnya, mendownload games yang menarik tanpa menyadari biayanya.
Jadilah orangtua yang bijak khususnya dalam memberikan anak ponsel agar tidak merugikan anda sebagai orangtua dan tidak merugikan anak pula. Disisi lain, efek negatif dari ponsel bagi anak-anak pun mengintai. (1) Selain games yang bisa menjadi candu, masih ada sederet dampak negatif pemakaian ponsel. (2) Mulai dari kemungkinan anak tergoda mengakses gambar-gambar yang tidak senonoh atau melakukan kenakalan lainnya apabila HP sudah dilengkapi internet. (3) Bila anak terlalu berlebihan atau menunjukkan ketergantungan dalam menggunakan HP untuk berkomunikasi, akibatnya anak jadi kurang terbiasa berkomunikasi secara tatap muka alias berpengaruh terhadap keterampilan sosialnya. Berkomunikasi dengan anak menggunakan ponsel sebenarnya menjadi bukti kurang harmonisnya komunikasi antara anak dan orang tua. Bila si anak hanya beberapa jam saja berada di luar rumah, tentulah belum perlu membekali mereka ponsel.
(4) Anak juga akan menjadi kurang memerhatikan kejadian atau peristiwa yang terjadi di sekitarnya, sehingga kurang sensitif. (5) Jika anak ingin menggunakan handphone karena alasan tren atau ikut–ikutan temannya dan orangtua memenuhinya, maka anak cenderung akan memiliki sifat konsumstif dan pamer. Alhasil anak akan selalu berusaha meminta HP-nya kerap diperbaharui dengan handphone yang lebih canggih.
            Sekali lagi saya tegaskan sebagai orang tua kita harus bijak mana yang menjadi prioritas untuk keperluan anak. Pertimbangkan pula efek negatifnya sebelum memenuhi keinginannya. Bukankah kita ingin buah hati kita tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan memiliki kepekaan sosial dengan mulai memberinya pengertian kapan dan untuk apa mereka memiliki ponsel. 


(Dikutip Dari Berbagai Sumber Untuk Materi Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Kabupaten Brebes)

INTERNET LEBIH BANYAK BAHAYANYA DARIPADA KEBAIKANNYA

     
      Hati-hati bahaya penggunaan internet pada remaja. Internet, siapa yang tidak bisa hidup tanpa internet? Dengan internet kita bisa mengetahui banyak hal sekaligus membuka wawasan kita. Di zaman serba internet ini orang-orang memanfaatkannya untuk apa saja. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan sekitar dua puluh tahun lalu. Banyak orang memanfaatkan internet untuk hal-hal yang baik, namun ada juga yang memanfaatkannya untuk hal-hal yang buruk. Namun yang ingin saya bahas di sini adalah bahaya dan keburukan internet karena disalahgunakan oleh sementara orang.         Internet merupakan jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri. Saat ini jumlah laman web mencapai jutaan mungkin lebih, isinya memuat bermacam-macam topik. Walaupun internet merupakan sumber informasi terbaik di zaman ini, ia mempunyai dampak negatif yang cukup besar bagi penggunanya.
       Bahaya dan keburukan internet pada dasarnya terjadi karena penyalahgunaan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dalam hal ini pengimplementasian kemajuan teknologi informasi khususnya internet. Di bawah ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang dampak negatif dari internet.

1.   Pornografi, dengan anggapan yang mengatakan bahwa internet identik pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
2.   Violence and Gore Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3.   Penipuan hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut. Kita juga tidak boleh memberikan data-data pribadi kita kepada orang lain atau orang asing yang sama sekali tidak kita kenal.

4.   Carding karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
5.   Perjudian dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
6.   Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.

7.   Kejahatan seperti menipu dan mencuri bahkan kejahatan seksual dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang). Kejahatan cyber bullying yang berbentuk serangan oral atau verbal seperti terror, ejekan, umpatan kotor pun sering terjadi di internet.
8.   Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Jadi internet tergantung pada pemakainya bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya.
9.   Menjual cerita bohong. Banyak orang yang berusaha menarik simpati dan empati dari orang lain melalui dunia maya dengan menciptakan penderitaan yang sengaja dibuat sendiri. Bahkan ada yang melebih-lebihkan atau mendramatisir cerita hidupnya demi belaskasihan para pembaca status atau artikel blog.

Cara-cara mencegah bahaya internet antara lain :
1.   Jangan memberi informasi pribadi kepada siapapun yang anda temui secara online kerana informasi seperti nama, nomor telifon dan tanggal lahir bisa digunakan untuk melacak keberadaan anda.
2.   Jangan bertemu dengan orang yang anda belum kenal. (jangan beritahu kemana anda akan pergi)
3.   Pastikan kamu tahu semua orang yang ada di akun kamu.
4.   Jangan balas pesan atau emel dari orang asing.
5.   Berhati hati dalam memasukkan foto kedalam internet.

6.   Jangan mengunduh data tanpa permisi dari orang tua kerana banyak sekali konten yang bersifat pornografi dan mengandung Virus.

         
Jadi jika kita bijak maka internet akan memberikan dampak yang baik bagi penggunanya namun apabila kita menyalahgunakan internet maka kerugian yang akan ditimbulkan pun tidak hanya menyerang kita tetapi juga orang lain.

(Dikutip Dari Berbagai Sumber Untuk Materi Lomba Debat Tingkat Kabupaten Brebes)

PEMERINTAH MELARANG KONTES KECANTIKAN

     Ibu Mien Sugandhi mantan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita menyampaikan pandangannya jika Indonesia harus melarang berbagai macam kontes kecantikan dan menghentikan pengiriman perwakilan ke ajang kontes kecantikan. Keputusan Pemerintah yang dikeluarkan Mendikbud no 237/U/84 khususnya pasal 4 dan 6 yang melarang kegiatan kontes ratu kecantikan. Alasannya adalah kontes kecantikan yang lebih tampak kepada ajang pamer keseksian semata itu tidak sesuai dengan norma agama Islam dan budaya Indonesia.

       Sebagai Negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, memang Indonesia sudah seharusnya melarang kontes-kontes kecantikan seperti sekarang ini. Selain karena dapat menimbulkan berbagai macam fitnah, kontes kecantikan merupakan perbuatan merendahkan harkat perempuan.
       Di zaman Orde Baru yang sering dikecam sebagai orde yang buruk saja pada masa itu berani mengeluarkan keputusan yang melarang kontes ratu-ratuan, tetapi di zaman kini justru kontes semacam itu diadakan dengan megah, ditayangkan ditelevisi-televisi lokal bahkan kemudian pemenangnya dikirimkan ke tingkat dunia, malahan di sana purti Indonesia memakai bikini. Padahal bikini bagi putri Indonesia itu jauh dari nilai budaya dan tidak mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia sama sekali. Putri Indonesia harusnya bisa menampilkan kreasi yang lebih menonjolkan cita rasa budaya dan nilai-nilai kepribadian masyarakat Indonesia. Itu akan jauh lebih terhormat daripada ikut budaya dan nilai budaya luar. Putri Indonesia harusnya lebih mencuri perhatian karena mampu menunjukkan identitas dan kepribadian bangsa Indonesia sesungguhnya.
              Hal inilah yang dulu menjadi alasan Ibu Tien Soeharto melarang adanya kontes-kontes kecantikan. Selain itu, Indonesia juga patut berkaca pada Malaysia. Di Malaysia kontes kecantikan hanya boleh diikuti oleh mereka yang tidak beragama Islam. Pemerintah Malaysia cukup konsent menjaga kaum muslimin dari bahaya westernisasi yang berlabel modernisitas. 

       Apapun alasannya, kontes kecantikan saat ini bukan untuk menghargai perempuan tetapi justru sebaliknya. Penghargaan terhadap perempuan, sejatinya harus dilakukan dengan menjaga kehormatan dan kesucian perempuan, bukan justru mempertontonkan mereka pada para lelaki hidung belang. Islam telah jelas mewanti-wanti menjaga kehormatan mereka dengan pakaian syar’i seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat Al Ahzab ; 59)
       Dalam Islam, seorang perempuan wajib menutup seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan. Kenapa sampai begitu, itulah penghargaan yang sangat tinggi diberikan Allah SWT kepada kaum perempuan. Di mata Allah, perempuan itu sangat mulia sehingga harus dijaga kehormatannya dengan menutup aurat. Namun kenapa hal itu dikesampingkan hanya untuk hal-hal yang tidak berguna, seperti kontes-kontes itu. Kita memiliki budaya yang luhur, kebalikan budaya barat.
       Lantas, apa yang bisa kita petik dari ajang tahunan yang mayoritas penduduk negeri ini tidak peduli. Terlebih ketika pemenang pemilihan putri Indonesia mewakili pada ajang internasional, yang timbul malahan pro kontra. Khususnya gaya pakaian yang tidak semestinya dilakukan penduduk negeri yang mayoritas muslim ini pada sesi-sesi tertentu di ajang pemilihan ratu sejagat tersebut. Pengiriman Putri Indonesia ke ajang Miss Universe harus benar-benar dikembalikan kepada tujuannya untuk mempromosikan dan memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia harus percaya diri menunjukkan kekayaan dan keragaman budaya yang dimilikinya.

       Keindahan tubuh dan kecantikan perempuan bukanlah untuk pameran. Bukan untuk gagah-gagahan dan mencari pembenar mengharumkan nama bangsa. Sangat rendah sekali jika seorang putri Indonesia ikut-ikutan menyuguhkan sesuatu yang dilarang Islam. Kontes kecantikan menjadikan perempuan dan tubuhnya sebagai barang dagangan di atas panggung, catwalk, majalah, koran, dan televisi. Kecantikan dan tubuh perempuan peserta kontes dijadikan alat promosi industri rating media, industri alat komestik, dan industri fashion. Sebaiknya ajang seperti ini ditiadakan, banyak kegiatan lain yang positif dan lebih bermanfaat yang bisa dilakukan kaum perempuan. Siapa yang berani melarang? Tentu saja pemerintah Indonesia, marilah kita tunggu keputusan pemerintah yang jelas-jelas akan sangat memuliakan kaum hawa ini di negeri mayoritas muslim ini. 
       Terakhir kita harus mendukung upaya-upaya pelarangan penyelenggaraan kontes-kontes kecantikan yang marak sekarang ini. Ingat…. kejayaan Islam hanya bisa teraih dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT bukan dengan kemaksiatan. Kontes kecantikan merupakan salah satu bentuk Westernisasi. Memberi kesempatan penyelenggaraan kontes kecantikan sama halnya memberikan keluasan, agar dakwah Westernisasi ini bisa tersampaikan kepada suatu Negara untuk menerima budaya asing melalui ajang umbar aurat dengan dalih “membuka” pemikiran mereka untuk menerima perkembangan zaman dalam hal mode, busana.

      
Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash Radhiyallahu Anhu, dia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami.'” (HR. At Tirmidzi no. 2695). Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Abu Daud no. 4031, shahih). Oleh karena itu, jangan meniru budaya asing yang bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia. Marilah kita jaga budaya Indonesia yang luhur dan berbanggalah dengan budaya kita.

(Dikutip dari Berbagai Sumber Untuk Materi Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Kabupaten Brebes)

DOWNLOAD MUSIK TANPA IZIN SAMA DENGAN PENCURIAN

       Kalau dulu, pelanggaran hak cipta untuk musik yang akrab di telinga kita adalah "stop pembajakan kaset dan CD", karena memang beberapa tahun yang lalu, medium utama transmisi musik adalah melalui kaset dan CD. Tapi seperti kita ketahui, seiring dengan perkembangan ICT (Information and Communication Technology) di berbagai aspek, pembajakan tidak lagi menggunakan medium konvensional lewat kaset atau CD, bahkan MP3 bajakan. 

       Pembajakan kini masuk ke ranah digital. Website peer-to-peer, yang menjadi tempat tukar-menukar informasi digital para netizen, sesungguhnya merupakan aktivitas ilegal, karena mereka mentransmisikan data digital tanpa hak. Secara singkat dan mudahnya, peredaran musik secara ilegal adalah seluruh peredaran yang dilakukan tanpa persetujuan atau perjanjian atau ijin apapun dari pihak yang bersangkutan. Padahal, sekali lagi, dalam sebuah ciptaan, ada komponen hak moral dan hak ekonomi, yang merupakan milik pencipta.
       Portal musik dalam negeri banyak yang terbukti memberikan akses mengunduh (download) lagu tanpa izin dari pemegang hak cipta. Meski selama ini Indonesia telah memiliki Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta namun pengunduh musik illegal ini masih marak di Indonesia. Illegal download pada prinsipnya adalah pelanggaran atas HKI (Hak Kekayaan Intelektual), yakni dalam konteks Hak Cipta. Dalam perspektif hukum ini, ada dua unsur hak utama yang terkandung dalam Hak Cipta, yakni hak moral dan hak ekonomi. Hak moral berisi pengakuan dan penghormatan terhadap pihak Pencipta, yang sifatnya non-transferrable (tidak dapat dialihkan). 
       Sementara hak ekonomi, merupakan hak atas aspek ekonomis yang timbul akibat lahirnya ciptaan ini, dengan adanya durasi waktu eksploitasi. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang No. 19/2002 tentang Hak Cipta pasal 1, menyangkut aspek hak ekonomi dari Hak Cipta, ada hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak, untuk mengumumkan, memperbanyak ciptaannya, atau memberi izin untuk itu. Ciptaan yang dimaksud di sini menyangkut hasil ilmu pengetahuan, seni, sastra, termasuk musik, penelitian ilmiah, buku, fotografi, film, lukisan, program komputer, tarian, dan karya cipta lainnya.

       Ketika musik diupload tanpa izin pemilik hak cipta, maka sesungguhnya yang terjadi adalah pelanggaran, dan ada sanksi yang harusnya diterapkan untuk itu. Pasal 72 UU Hak Cipta 19/2002 menyebutkan bahwa siapapun yang sengaja, tanpa hak melakukan pelanggaran terhadap hak cipta, dikenakan sanksi pidana paling lama 7 tahun dan atau denda paling banyak Rp 5 miliar.
                        Sayangnya, masyarakat Indonesia belum punya cukup pemahaman mengenai hal ini. Download gratis, kerap dianggap sebagai aktivitas yang 'wajar' dalam perkembangan dunia digital. Padahal itu salah, melanggar hukum. Sekarang kita coba lihat ke diri kita masing-masing, apaka kita salah satu yang mendukung kemajuan musik Indonesia, atau malah salah satu yang mendukung kemunduran musik Indonesia? Masih suka cari-cari lagu dengan imbuhan “Free Download di internet? yaaahh, nggak banget deh!

Kini saatnya kita sadar dan mendukung perkembangan musik Indonesia! walaupun memang, tidak bisa dipungkiri hal itu merupakan godaan yang sangat manis, coba bayangkan bila karya kita dimanfaatkan oleh orang lain tanpa izin itu rasanya sangatlah tidak menyenangkan, apalagi jika dikomersilkan dan kita tidak mendapat apapun kecuali kerugian.
              Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk memberikan solusi atas peredaran musik illegal yaitu pertama, memblokir situs illegal download, sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap upaya anti pembajakan disana. Kedua, mensosialisasikan isu HKI, memperbaiki Undang-Undang terkait Hak Cipta (terakhir diperbaiki tahun 2009), sekaligus memberi kesempatan bagi industri illegal untuk mengubah mindset dan pengelolaan perusahaan mereka menjadi legal. Yang ketiga, memastikan sistem monitoring 24 jam dengan teknologi mutakhir, pengembangan DRM (digital rights management), dalam mendeteksi produk musik ilegal yang mungkin masih ada di dunia digital.

       Mengingat betapa buruknya hal tersebut, marilah kita sebagai generasi muda mencoba membuat perubahan kecil dimulai untuk tidak mendownload musik secara ilegal dari situs-situs yang tersebar di internet. Kalau ingin mendengarkan lagu, maka cobalah untuk streaming dari akun official si penyanyi/band tersebut, biasanya setiap akan merilis album atau single tertentu, mereka akan mengunggahnya di internet, semacam bocoran, yang dari sana pun, kita benar-benar harus menahan diri untuk tidak mencari-cari di situs tidak resmi untuk mendownloadnya atau menggunakan berbagai macam tools untuk mengambil lagu yang ada di akun official itu.
       Kita bisa mendownload file yang ada di suatu akun musik jika memang file itu diupload secara resmi untuk didownload tanpa bayar/free oleh pihak yang bersangkutan. Jika berbayar dan kebetulan kita tidak ingin membelinya, maka kita dapat mendengarkannya secara streaming dari akun atau situs resmi mereka dan usahakan sebisa mungkin membuat diri kita merasa bahwa hal itu sudah cukup.

       Selain itupun, sebenarnya, kita juga dapat menyaksikannya lewat media massa seperti TV dan atau mendengarkan di radio. Ingatlah! hindarilah keinginan untuk merekamnya, apalagi sampai menguploadnya ke dunia maya, waduh, itu sama halnya dengan membajak, karena jelaslah bahwa kita tidak memiliki hak akan hal itu. Mari kita selamatkan musik Indonesia dengan menghentikan mendownload musik secara illegal.

(DiKutip dari berbagai sumber untuk Materi Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Kabupaten Brebes)